Sudut Pandang (POV) Untuk Ceritamu

Bagaimana cara memilih sudut pandang untuk ceritaku?

Ini adalah pertanyaan yang sering dihadapi oleh para penulis Ketika memulai menulis kata pertama mereka. Sudut pandang yang kamu pilih akan menentukan caramu menyampaikan cerita dan bagaimana pembaca bisa memahami ceritamu dan bisa terlibat di dalamnya.

Sudut pandang cerita adalah bagaimana penulis menceritakan kisahnya. Atau secara sederhana bisa dikatakan bahwa sudut pandang adalah tentang siapa narator ceritanya, siapa yang menceritakan ceritanya. Ada tiga Sudut Pandang dalam menulis fiksi:

Sudut Pandang Orang Pertama

Menggunakan kata ganti “Aku” atau “Saya”, kata ganti orang pertama ini adalah sudut pandang yang sering digunakan dalam menulis fiksi. Karakter “Aku” dalam cerita menyampaikan langsung kisahnya. Dalam sudut pandang ini, para pembaca bisa secara dekat merasakan emosi si karakter seperti perasaan senang, Bahagia, menderita dan frustrasi.

Walaupun sudut pandang orang pertama bisa membuat pembaca terasa dekat secara emosional dengan karakter dan penulis, sudut pandang ini memiliki keterbatasan satu sudut pandang saja, satu suara, sehingga terkadang bisa terasa bias dan kurang lengkap.

Sudut Pandang Orang Kedua

Sudut pandang ini menggunakan kata ganti orang kedua “kamu” atau “kau”. Ini merupakan sudut pandang yang sulit digunakan secara efektif dan bisa sedikit menantang bagi penulis yang belum terlalu berpengalaman. Namun, sudut pandang ini bisa membawa pembaca ke dalam aksi langsung dan mengikat pembaca sejak awal. Biasanya sudut pandang ini bisa kamu temukan dalam beberapa novel sastra atau novel petualangan.

Contoh paling sukses dari sudut pandang ini adalah serial Choose Your Own Adventure dan Bright Lights, Big City karya Jay McInerney.

Sudut Pandang orang Ketiga

Sudut pandang orang ketiga menggunakan kata ganti “dia”, “ia”, atau “mereka”. Narator tidak hadir dalam cerita dan menjadi pengantar kehidupan dan pengalaman karakter.

Sudut pandang ini mungkin merupakan sudut pandang yang sering digunakan karena sangat fleksibel dan menawarkan sudut pandang yang lebih luas ketimbang dua sudut pandang sebelumnya. Bergantung pada seberapa banyak yang narrator ketahui, ada tiga jenis sudut pandang ini:

  • Sudut Pandang Orang Ketiga terbatas: narrator hanya mengetahui pikiran dan pengalaman dari satu karakter. Dan karakter ini biasanya protagonis.
  • Sudut Pandang Orang Ketiga Banyak: Narator tahu beberapa isi pikiran dan pengalaman dari beberapa karakter sekaligus dalam cerita. Salah satu contoh yang menggunakan sudut pandang ini adalah A Song of Fire and Ice karya George R.R. Martin.
  • Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu: Narator, seperti Tuhan, tahu segalanya tentang semua karakter dalam cerita. Narator yang tahu segalananya membuat sudut pandang ini yang paling objektif dan tepercaya.

Lalu sudut pandang mana yang perlu dipilih?

Salah satu cara untuk menemukan sudut pandang yang pas adalah dengan menulis adegan atau bab pertamamu dari ketiga sudut pandang. Kemudian kamu bisa membacanya dan menanyakan pertanyaan ini?

- Mana yang paling terasa cocok untuk ceritamu?

- Mana yang membuat ceritamu lebih menarik atau seru?

- Mana yang memberikanmu energi kreatif yang lebih besar?

Tapi, begitu kamu menentukan satu sudut pandang, pastikan kamu tetap pada sudut pandang itu. Sudut pandang yang konsisten adalah aturan dasar dalam menulis fiksi. Bergeser dari satu sudut pandang ke sudut pandang lain mungkin bisa membuat pembaca bingung dan merasa kurang tertarik dengan ceritamu.